TRADISI MABBACA DOANG MASYARAKAT SUKU BUGIS KELURAHAN KABONENA KECAMATAN ULUJADI KOTA PALU

  • ERNI IRMAYANTI HAMZAH Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palu
Keywords: mabbaca doang, religi, solidaritas social

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) mengapa masyarakat Suku Bugis di Kelurahan Kabonena Kecamatan Ulujadi Kota Palu melakukan  Tradisi Mabbaca Doang. 2) makna Mabbaca Doang terhadap masyarakat Suku Bugis di Kelurahan Kabonena Kecamatan Ulujadi Kota Palu. 3) fungsi Mabbaca Doang pada masyarakat Suku Bugis di Kelurahan Kabonena Kecamatan Ulujadi Kota Palu. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan individu sebanyak lima orang informan.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1. Masyarakat suku Bugis setempat melakukan tradisi mabbaca doang di masyarakat Suku Bugis di Kelurahan Kabonena Kecamatan Ulujadi Kota Palu yaitu karena mabbaca doang dianggap sebagai warisan leluhur yang layak untuk dipertahankan karena prosesinya yang tidak begitu memberatkan dan niatnya karena Allah dan jika mabbaca doang ini tidak dilakukan, mereka percaya bahwa akan ada sesuatu hal yang akan menimpa hidup mereka. 2. Makna mabbaca doang bagi masyarakat Suku Bugis masyarakat Suku Bugis di Kelurahan Kabonena Kecamatan Ulujadi Kota Palu yaitu pertama sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan dan yang kedua sebagai penolak bala. 3. Fungsi mabbaca doang bagi masyarakat Suku Bugis di Kelurahan Kabonena Kecamatan Ulujadi Kota Palu yaitu sebagai perwujudan religi yang berisi tentang keyakinan-keyakinan individu terhadap apa yang telah diberikan Tuhan kepadanya dan mengintensifikasikan solidaritas sosial.

Published
2021-08-29